Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi : Teman



Teman

Karya : Fajar Septian Prabowo

Teman adalah sebuah harta..
Seorang teman adalah seseorang yang tetap ada walau kita berpaling,
Saat roh kita membutuhkan tumpangan.
Seorang teman adalah seseorang yang kita sayangi,
dan persahabatan kami adalah jiwa nya.

Seorang teman adalah seseorang yang mengisi kehidupan kita,
dengan keindahan, sukacita dan kasih karunia.
Dan membuat dunia kita hidup,
Di tempat yang lebih baik dan lebih bahagia.






Thanks to : Fajar Septian Prabowo untuk puisinya.

Puisi : Bunda


Bunda
Karya : Rachmat Santya

Dikala kusebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu melambangkan ketulusan

Bunda
Kau laksana sang surya
Menerangi relung-relung jiwa
Kau bagaikan embun pagi
Menyejukkan kedamaian hati

Oh bunda
Jasamu tiada tara
Manjamu melambangkan cinta
Meski kini kau telah tiada
Bayangmu selalu menyapa
Kasihmu hidup sepanjang masa




Thanks to : Rachmat Santya untuk Puisinya

Puisi : Kakak


KAKAK
Karya: Dini Fauzi Fitriani
 
Kakak..
Meski kau begitu menyebalkan
Aku sebagai adikmu tetap menyayangimu
Kakak..
Meski kau begitu buat hati ku sakit
Aku sebgai adikmu tetap sabar
Namun kakak..
Apakah tak ada sdikit rasa sayang yang kau berikan padaku
Aku hanya butuh kasih sayangmu tidak lebih
Kakak..
Taukah kakak disini aku akan tetap menanti kasih sayangmu
Meski aku tak tahu kapan itu akan terjadi





Thanks to : Dini Fauzi Fitriani untuk Puisinya

Puisi : Untukmu Cintaku


UNTUKMU CINTAKU 
Karya : Gilang al Qarana
 
Aku tahu aku baru mengenalmu
Aku pun tahu hati ini tak bisa memilikimu
Walau lidah ini bisa berbohong
Hati ini tak kan bisa berbohong lagi

Hanya cahaya yang ku lihat dari mata mu
Cahaya yang tak pernah padam
Mungkin perasaan ku ini sangat lah tak pantas
Memendam rasa cinta padamu

Mungkin selama ini aku hanya diam
Mungkin selama ini aku membisu
Tapi tak pernah kah kau lihat mata ku
Mata ku tak bisa menipu perasaan ini

Sakit nya memendam perasaan ini
Kini tak bisa ku tahan lagi
Mungkin kini harus ku katakan
Aku cinta padamu





Gilang al Qarana (Admin_Q)

Puisi : Hati Yang Tersakiti

HATI YANG TERSAKITI
Karya : Ikhsan Tauhid Muharram
 
Kau manis...
Diriku terpikat oleh senyumanmu..
Ku coba mendekatimu..
Ku coba memperhatikan gerak gerikmu...

Wow, perasaan apa ini??
ku mulai menyukaimu..
Yang ku inginkan, hanya dirimu seorang..
seolah engkaulah pengisi terakhir dihatiku...

Awalnya, ku merasa baik baik saja..
kita saling perhatian...
kita saling Jalan bersama..
Kita saling berbicara 4 mata...

Dan setelah aku mengungkapkan semua perasaanku...
Ku melihat gerak gerikmu, tak seperti yang dulu..
Ku melihat senyummu, tak semanis yang dulu..
Ku rasakan perhatianmu, tak seperti yang dulu..

Pada akhirnya..
Kamu hanya menganggap ku hanya teman biasa..
Kamu tidak menganggap ku lebih..
Sesungguhnya ku menginginkan lebih dari sekedar teman..

Kamu telah menjauh...
Menjauhi diriku..
Kamu lupakan kenangan kita selama ini..
Mungkinkah kamu membenciku??

Sakit, sakit hati ini...
Setelah kamu tak membalas cintaku...
Layaknya belati yang menyayat hati..
Tanpa henti, terus menyayat...




Thanks to : Ikhsan Tauhid Muharram untuk Puisinya

Puisi : Surat Kecil Untuk Ayah


SURAT KECIL UNTUK AYAH
Karya : Reza Aulia Rachmah

Ayah …
Ayah adalah pahlawan yang sangat berarti dalam hidup kami
Ayah adalah pahlawan yang begitu mulia
Dan paling berjasa dalam hidup kami

Ayah
Ayah selalu memperjuangkan hidup anak dan istrimu
Ayah mencari nafkah untuk mendapatkan sesuap nasi
Itu semua ayah lakukan demi anak dan istrimu

Disaat ayah berkerja ayah tak pernah memperdulikan
Bagaimana panas dan dinginnya cuaca disaat siang dan malam
Ayah rela terkena panasnya sinar terik matahari
Ayah rela terkena dinginnya cuaca disaat malam hari

Ayah
Banyak pekerjaan yang ayah lakukan diluar sana
Disaat ayah telah menyelesaikan semua pekerjaan
Ayah tidak pernah sekali pun memperlihatkan wajah lelah ayah kepada kami
Ayah selalu menutupi kepenatan yang ada dalam diri ayah
Dengan senyuman yang ayah pancarkan dari wajah ayah

Ayah
Terimakasih atas semua pengorbanan yang ayah lakukan untuk kami
kami selalu bedoa semoga ayah selalu diberikan kekuata dan ketabahan
dalam melakukan pekerjaan .









Reza Aulia Rachmah (Admin_R)

Puisi : Rindu


Rindu

Karya : Ridwan Abdillah

Kupacu sepeda motor ku .
Jarum jam tak mau menunggu .
Maklum aku sangat rindu .
Rindu ku hanya padamu .
Kerap kali ku memikirkan dirimu .
Aku hanya bisa terpaku & membisu .
Saat aku memikirkan dirimu .
Aku sangat sulit untuk melupakan dirimu .
Namun di fikiran ku hanya satu .
Hanya lah dirimu yang ku rindu .
Walau pun aku sekarang sudah tidak ada dihatimu
Dan kamu sudah menjadi milik orang lain..
Tapi tetap kamu selalu jadi orang yang terindah didalam hidup ku..





Thanks to : Ridwan Abdillah untuk Puisinya
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Story Logica - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
This Site Edited by Gilang al Qarana
Proudly powered by Blogger